1. DESKRIPSI JARINGAN WIRELESS DI DAERAH PEDESAAN

Gambar 1. Seorang teknisi sedang menginstal antena kaleng
1.2. Wireless Mesh Node
1.3. Wireless Access Point
1.4. Keuntungan Jaringan Mesh
Toleransi Kesalahan
Bila ada pengiriman data secara berlebihan dalam jaringan tersebut, aliran informasi tidak diinterupsi untuk menghentikan jaringan tersebut ketika satu node gagal. Jaringan tersebut secara dinamis akan mengirimkan kembali informasi tersebut melalui jalur berikutnya yang ada.
Memulihkan Sendiri
Segera sesudah, suatu node bergabung kembali jaringan tersebut tanpa terikat.
Hak Milik Komunitas
Hak milik jaringan ini adalah bersama-sama, karena itu beban jaringan tersebut tidak mendukung lainya dengan orang tunggal.
Biaya Infrastruktur Rendah
Mesh node dapat dibangun dari dana yang rendah, umumnya untuk peralatan dasar.
Tambahan Biaya Pengembangan Jaringan Rendah
Dengan tambahan node ekstra, biaya yang kecil pada node tersebut, nilai dan jangkauan jaringan tersebut meningkat.
Dengan sedikit pelatihan anggota, suatu komunitas dapat membangun node-nya, mengkonfigurasi dan menyebarkannya dalam komunitas tersebut.
2. HARDWARE DAN SOFTWARE YANG DIBUTUHKAN
Bagian ini mendeskripsikan kebutuhan hardware dan software untuk jaringan wireless mesh.
2.1. KEBUTUHAN HARDWARE
- Router wireless : Linksys WRT54G (hingga versi 4.0) atau Linksys WRT54GL (versi 1.0 atau 1.1). Dari WRT54G versi 5.0 flash memory has been berkurang dari 4MB menjadi 2MB dan hasilnya memori tidak cukup untuk upgrade firmware. Linksys WRT54GL saat ini merupakan salah satu perangkat yang paling populer untuk jaringan wireless.

- PC atau Laptop dengan kartu LAN (untuk menghubungkan PC/laptop anda ke internet atau jaringan kantor)
- Kabel LAN Standar CAT5
- Adapter Power-over-Ethernet (bila anda membangun node mesh outdor)
- Antena Directional (untuk koneksi jarak jauh)
- Antena Omni-directional (untuk hotspot)

- Pelindung Lampu (bila perangkat akan dipasang outdor)







2.2. KEBUTUHAN SOFTWARE
Download dari http://www.dd-wrt.com/dd-wrtv2/downloads.php )
Pilih “stable” –> pilih “dd-wrt.v23 SP2” –> pilih “standard” –> pilih “dd-wrt.v23_wrt54g.bin”
3.1 Dari mana mulai
- Mulai membangun jaringan wireless mesh dengan mengkonfigurasikan mesh node dan wireless access points dalam suatu pusat lokasi menurut dokumen desain rancangan jaringan. Tandai setiap mesh node dan wireless access point dengan konfigurasi lengkap, menuliskannya pada sepotong kertas dan menempelkannya pada peralatan tersebut. Pada cara ini tahap konfigurasi terakhir akan sangat mudah. Hal ini merupakan praktek yang baik untuk membuat catatan pada log book dengan detail konfigurasi lokasi tiap node dan menyimpan histori node tersebut.
- Ketika berada pada pusat lokasi yang sama, uji semua peralatan untuk memastikan bahwa seluruhnya bekerja dengan benar. Hubungkan suatu PC ke suatu mesh node dengan kabel LAN. Pastikan bahwa PC tersebut meminta sebuah alamat IP dari DHCP. Ping setiap mesh node yang lainnya. Bila ping tersebut sukses, maka mesh node telah terdaftar pada PC tersebut dan mesh node yang lainnya telah bekerja. Bila tidak berhasil, periksa konfigurasinya.
- Mulai menginstal mesh node dari gateway – titik dimana internet akan terhubung ke jaringan mesh tersebut. Pada tahap ini anda dapat mengkonfirmasi bahwa jaringan tersebut masih bekerja selama anda menginstal setiap mesh node yang baru. Hubungkan sebuah PC ke mesh node dengan kabel LAN. Secara sederhana ping pertama kali gateway tersebut, dan bila berhasil, ping website apapun pada internet untuk memastikan bahwa PC tersebut dapat mengakses internet.
3.2. Persiapan Wireless Mesh Node
Berikut ini adalah tahap-tahap yang dibutuhkan untuk persiapan:
- Meng-upgrade firmware – bersama-sama untuk semua backbone dan “normal” mesh nodes
- Konfigurasi dari:
– Pengaturan sistem
- Pengaturan wireless
- Pengaturan LAN
- Pengaturan OLSR
Berikut tahap-tahap yang dibutuhkan untuk menyiapkan sebuah wireless access point:
- Meng-upgrade firmware (DD-WRT)
- Konfigurasi dari:
Setup – Basic Setup settings
Wireless – Basic settings
MENG-UPGRADE FIRMWARE DD-WRT
Tahap 1: Download firmware DD-WRT (lihat bagian 2.2)
Tahap 2: Hubungkan kabel LAN (temukan kabel biru di dalam kemasan Linksys anda) ke PC/laptop anda dan ke bagian belakang Linksys tersebut pada salah satu port berlabel 1-4. Mohon JANGAN gunakan port berlabel “Internet”.
Tahap 3: Pastikan bahwa komputer terset mendapatkan alamat IP secara otomatis.
Tahap 4: Hubungkan router Linksys tersebut ke kabel power (temukan di dalam kemasan
Linksys) dan colokkan pada sumber listrik.
Tahap 5: LED akan berwarna hijau bergantung port router Linksys yang digunakan sesuai dengan nomor port pada bagian belakang router. Ini berarti, bila anda menggunakan port 1 maka LED 1 harus menyala.
Tahap 6: Perbaiki lagi koneksi LAN anda sehingga anda mendaptkan alamat IP 192.168.1.x.
Untuk mencek apakah anda mendapatkan sebuah alamat IP 192.168.1.x IP:
Pada Network Connections windows: klik kanan pada “Local Area Connection” –> pilih “Status” –> klik pada tab “Support”. Anda akan melihat sebuah alamat IP 192.168.1.x, (dengan 1 x < 255).
Tahap 7: Buka browser dan pastikan browser anda tidak terset koneksi webnya melalui proxy. Pada isian address web browser ketik:
192.168.1.1 dan tekan [Enter]
Hal ini akan membawa anda ke halaman setup router Linksys
Note: Ketika diminta User name dan Password gunakan:
User name: root
Password: admin
Step 8: Klik pada “Administration” –> “Firmware Upgrade” –> klik pada “Browse” dan gunakan jendela “Choose file” untuk memilih firmware DD-WRT (ddwrt.
v23_wrt54g.bin) yang anda download –> klik pada “Upgrade”.
Selama proses ini LED akan mulai berkedip.
Note: TUNGGU sekitar 4-6 menit. Menginterupsi proses upgrade dapat menyebabkan router Linksys tersebut tidak dapat digunakan lagi!
Setelah kira-kira 4-6 menit LED akan secara permanen menyala (TIDAK berkedip) dan LED DMZ akan mati secara permanen.
Click on “Continue”
Hal ini akan membuka halaman “Setup – WRT54GL“
Segera sesudah firmware Linksys diupgrade ke firmware DD-WRT kita dapat memulai konfigurasi akses poin. Seperti yang ditunjukkan sebelumnya ikuti pengaturan yang perlu dikonfigurasi:
- Wireless – Basic settings
- Setup – Basic Setup settings
DD-WRT Wireless Settings
Merujuk pada gambar dibawah sebagai contoh
Tahap 1: Klik pada “Wireless” –> klik pada “Basic Setup”
Tahap 2: Pada Basic Settings pilih “AP” untuk “Wireless Mode”
Tahap 3: Ketik SSID hotspot lokal pada “Wireless Network Name (SSID)”
Tahap 4: Pada “Wireless Channel” pilih nomor channel
Tahap 5: Biarkan setingan lainnya default. Klik “Save Settings”



Gambar 5. Access Point – Wireless setup
Untuk memahami lebih lanjut silahkan klik disini
Good Luck…




Kusuma Said:
on June 18, 2008 at 6:51 am
wah, infonya keyen… BDW, leh tanya2 lbih lanjut g ttg jaringan?
qu link yah artikelnya..
syafran Said:
on June 21, 2008 at 5:28 pm
Boleh, selagi tahu akan saya coba jawab….
andres dp Said:
on July 5, 2008 at 11:23 am
keren abis bos,,,btw mau tanya donk….dari artikel saudara saya kutip
….
….
pertanyaan saya, klau sudah diupdate firmware nya fungsinya masih bisa berjalan kaya biasa kan bos ?? maksudnya port internet dan intranet nya masih bisa bekerja dua2 nya ??
btw thanks b4 and thanks banget, nice info bos.
syafran Said:
on July 5, 2008 at 3:09 pm
Masih bisa, tidak ada perubahan fungsi pada 4 fungsi port ethernet dan 1 port internet. Upgrade itu firmware ibarat instal ulang or ganti OS
Perlu diingat, selama proses flashing untuk mengupgrade firmwarenya jangan ada interupsi, seperti putusnya aliran listrik (akibat mati lampu, cok kabel listrik yang longgar) dan diskonek aliran data pada kabel UTP (sebaiknya gunakan kabel setup bawaan Linksys untuk keperluan upgrade). Bila tidak, tuh router bakalan tewas…..Pelajari baik-baik cara upgrade firmwarenya…
Kalo saya sih biar aman, upgradenya pake listrik dari mesin genset. Maklum di negeri ini masih sering listrik mati mendadak, tanpa pemberitahuan dahulu…
Hydenz Said:
on September 29, 2008 at 11:46 am
mas.. Klo kabel utp yang dari pc di colokin ke port ethernetnya ip nya sama dengan yang terkoneksi melalui wifi ga??
syafran Said:
on September 29, 2008 at 2:49 pm
Bisa sama bisa beda.
Sesuai keinginan kita menentukan IP-nya, baik untuk LAN maupun WiFi
-syafran-
aan andriana Said:
on October 19, 2008 at 7:48 pm
thank atas artikel ini!!!
kebetulan gua gi nyari dasar buat jaringan di pedesaan ni.
da artikel yang lainnya ga??????
syafran Said:
on October 19, 2008 at 8:46 pm
Sama-sama, thanks jg atas kunjungan anda ke blog saya
Yah, saya masih banyak punya draft artikel yang belum sempat saya publikasikan.
Btw anda butuh topik artikel apa yah? Mdh2n bs saya bantu
-syafran-
Hyuda Said:
on January 15, 2009 at 6:00 am
Mas, mengenai biaya koneksinya gimana mas? Apakah harus bayak ke Telkom ato malahan gratis?
syafran Said:
on January 15, 2009 at 9:18 am
Bayar donk mas ke ISP nya
Ismail Said:
on March 14, 2009 at 12:04 pm
Saya mau tanya
saya berniat membuat TA tentang membangun jaringan wireless lan dengan ruang lingkup kira-kira satu kecamatan
yang ingin saya tanyakan adalah teknologi seperti apa yang mendukung untuk keperluan tersebut
terima kasih atas bantuannya
syafran Said:
on March 14, 2009 at 3:52 pm
Bisa menggunakan teknologi berbasis wireless seperti 802.11 ataupun wimax.
damar Said:
on April 30, 2009 at 1:10 pm
Mas,, biaya masang WiMAX itu tepatnya brapa sih..?
Saya ingin tau seberapa mahalnya WiMAX dibandingkan dengan Wi-fi.
thx
damar – bandung
ahar2404 Said:
on July 5, 2009 at 1:14 pm
keren ..sangat runut dan bermanfaat sekali …
i like this post bro ….salim, Ki