ABSTRAK
(By: Syafran Nasution & Meilani Husiana, 2005)
Dewasa ini perkembangan teknologi membran telah mendorong kemajuan bagi sektor industri. Aplikasi teknologi ini berkembang cukup pesat dan membawa manfaat yang besar bagi kehidupan manusia terutama dalam memenuhi kebutuhan air minum. Pemanfaatan teknologi membran ini merupakan teknologi yang relatif baru dalam mengolah air gambut menjadi air minum. Salah satu keunggulan teknologi ini adalah kemurnian produk yang dihasilkan lebih baik dari proses konvensional. Pemisahan berbasis membran yang sering digunakan untuk pengolahan air gambut adalah membran reverse osmosis (RO). Terjadinya fouling akibat akumulasi material foulant pada permukaan membran ketika filtrasi air gambut berlangsung menyebabkan fluks permeat turun, sehingga mengharuskan dilakukan pencucian membran. Pada penelitian ini dipelajari pencucian membran dengan dan tanpa teknik back flushing menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 0,1%, 0,3% dan 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan pencucian yang paling efektif adalah menggunakan larutan NaOH 0,5% dengan teknik back flushing terbukti mampu memulihkan fluks permeat ke kondisi awal.
Kata kunci: air gambut, back flushing, fluks, foulant, fouling, reverse osmosis.



Gambar 3. Skema Filtrasi Air Gambut
Note:
- Desain modul membran yang digunakan adalah spiral-wound yang terbuat dari bahan thin film composite, dan luas permukaan membran adalah 0,5 meter persegi.
M. Yusuf Said:
on August 14, 2008 at 10:05 pm
Inilah salah satu kelebihan teknologi Reverse Osmosis !
syafran Said:
on August 15, 2008 at 4:22 pm
Well, betul banget pak Yusuf.
risma Said:
on October 16, 2008 at 3:18 pm
Pak Syafran,
Saya butuh info ttg penjernih air atau RO. apakah produk ini berbeda? Saya sedang mempertimbangkan untuk membeli penjernih air yang diambil dari kran langsung trus diproses di tabung seperti yang banyak dimiliki di RT-RT yg harganya sekitar 2-4 jt/unit.
apakah air yg sudah diproses tersebut betul2 bebas kuman dan bisa langsung diminum? bagaimana menurut Bapak. Karena mengingat harga air mineral galon sekarang cukup tinggi sedangkan air isi ulang (katanya) banyak yg tidak memenuhi standar. terima kasih infonya.
mungkin bisa di balas di email saya rismaapriandy@hotmail.com.
syafran Said:
on October 16, 2008 at 10:05 pm
Ya, produk penjernih air dan RO seperti yang anda sebutkan di atas adalah dua istilah dan hal yang berbeda. Memang, salah satu syarat kualitas air yang sehat, secara fisik terlihat jernih dan tidak berwarna. Umumnya metode penjernihan air yang ada saat ini pada air minum isi ulang hanya mengolah air dari yang keruh ataupun berwarna menjadi tidak berwarna. Tidak banyak yang menjamin bebas kuman (bakteri dan virus yang berukuran sangat mikro). Kebanyakan yang saya lihat, sistem pengalah air minum isi ulang saat ini masih konvensional (menggunakan alum/tawas untuk penjernihan dan filter aneka batu-batuan) yang dikemas seperti tabung(pipa) layaknya membran RO. Perlu ketelitian, casing boleh sama tapi isinya kita belum tau apakah betul membran RO atau media filter biasa (batu-batuan kerikil, sabut dkk)
Efisiensi kemampuan rejeksi (penyisihan) membran RO sangat tinggi yaitu sekitar 98-99% tanpa pretreatment. Membran RO mampu menghilangkan warna air, merejeksi bakteri/virus karena rongga/pori membran RO sangat kecil.
Untuk air minum isi ulang yang tidak memenuhi standar kualitas air minum memang harus dikontrol kualitasnya secara berkala. Jadi tidak hanya mengacu dari hasil uji yang pertama kali dikeluarkan (jangan mengacu uji kualitas yang sudah kadaluarsa). Dari aspek teknoekonomi, harga air olahan RO jauh lebih murah dibandingkan air minum kemasan bermerek.
-syafran-
risma Said:
on October 20, 2008 at 11:08 am
Pak Syafran,
Terima kasih infonya. Mungkin Bapak bisa buat tulisan di Majalah Air Minum PERPAMSI. Yang merupakan majalah sekitar perairminuman dan PDAM di Indonesia. Nanti saya kirim ke alamat Bapak, kalau berkenan boleh minta alamat Bapak. Terima kasih.
yugo Said:
on December 7, 2008 at 1:36 am
Pak, NaOH itu apakah = HCL ? dan yang dimaksud dengan teknik back flushing itu gimana?
syafran Said:
on December 7, 2008 at 1:03 pm
- NaOH tidak sama dengan HCL
- Back flushing membilas membran dengan mengalirkan larutan pencuci dari sisi retentat ke aliran inlet membran
-syafran-
yugo Said:
on December 8, 2008 at 12:25 am
Thanks Pak atas infonya. Apakah pencucian membran dengan bahan baku air gambut = bahan baku air PAM yang banyak kaporitnya?
syafran Said:
on December 8, 2008 at 4:47 pm
Teknik pencucian pada dasarnya sama saja, namun larutan pencuci disesuaikan dengan karakteristik air yang diolah.
yugo Said:
on December 10, 2008 at 12:09 am
Terima Kasih banyak atas informasi yang anda berikan…!
syaiful Said:
on December 19, 2008 at 6:49 am
dari p.syaiful
makassar
pak…
apa saya bisa minta nomor flexi…?
krn bapak baik, kalo ada pemasangan RO kami akan saya berikan kpd Bpk .
trimakasih
supriadji Said:
on January 21, 2009 at 3:26 pm
Pak Syafran ysh,
Dengan sistem RO, bagaimana kandungan / kadar mineral dalam air apakah masih mencukupi kebutuhan minimum tubuh mengingat bakteri / virus pun tidak mampu menembusnya.
Sementara tubuh kita sangat sangat membutuhkan mineral yang salah satunya ada dalam kandungan air minum.sedangkan sistem RO menghasilkan air yang kadarnya mendekati air murni ( H2O )
seperti aquadest / aquabidest.
Satu lagi pertanyaan tentang pembilasan harus dilakukan berapa bulan sekali jika rata rata produksi satu galon per hari
Untuk sistem RO saat ini banyak merk yang ditawarkan dengan harga
yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan yang GENERIK (pasar bebas ) di GLODOK Jakarta.
MOhon pertimbangan dan sarannya dan tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih.
syafran Said:
on January 21, 2009 at 9:26 pm
To: Pak Supriadji
1. Kadar mineralnya memenuhi syarat air minum sehat, jadi permeat RO tidak sama dengan akuades (uap air)
2. Untuk pencucian/pembilasan membran dipengaruhi oleh karakteristik air dan volume air yang diolah (kapasitas membrannya)
3. Memang butuh ketelitian dan pengetahuan untuk mengetahui produk RO yang handal.
Salam
johan Said:
on February 28, 2009 at 11:29 am
kalau boleh tahu yang menyebabkan merahnya air gambut itu apa ? thanks
syafran Said:
on February 28, 2009 at 5:02 pm
yang menyebabkan warnanya merah adalah humic acid (asam humus) pada tanah gambut.
Yus Said:
on March 12, 2009 at 4:57 pm
Bapak Syafran Yth,
Saya ada masalah dengan membran tidak dapat bertahan lama, lalu kecil keluarnya saya butuh obat untuk mencuci membran, hasil lab air baku yang diolah zat besi, kesadahan diatas rata2 dengan apa saya harus mencuci membrannya terima kasih