Tutorial DD-WRT: Memperluas Jangkauan Wireless dengan Wireless Distribution Service (WDS)

Memperluas Jangkauan Wireless dengan Wireless Distribution Service

(Diedit Oleh: Syafran Nasution, 2008 )

Ini merupakan sebuah slogan kartu kredit VISA yang berbunyi “everywhere you want to be” yang kira-kira artinya “ada dimanapun anda inginkan”. Jaringan wireless anda pun juga dapat ada dimanapun anda inginkan. Tapi tidak sedikit dari anda yang tinggal pada sebuah perkemahan, yang mana hal ini tidaklah mungkin untuk mengakses internet.

Wireless Distribution System, atau WDS, adalah sebuah sistem murah dan mudah untuk memperluas jangkauan jaringan wireless anda. Disebut murah, karena anda dapat men-set sepasang sub-router seharga $60 dengan firmware gratis dan bebas didownload yaitu DD-WRT, misalnya router Linksys WRT54GL (hanya $56 saat ini, cek harga di Amazon.com) dan router lainyang kompatibel. Hal ini sangatlah mudah, karena anda hanya perlu menerapkan beberapa setingan konfigurasi ke router anda, yaitu membuat sebuah repeater bridge untuk memperluas jaringan wireless anda.

Dalam rumah khayalan saya di atas, “router 1” terkoneksi ke layanan broadband (broadband service). Router tersebut menghantarkan sinyal wireless yang kuat ke suatu PC pada lantai yang sama. Tetapi seharusnya untuk bangunan dan ukuran rumah tersebut, sinyalnya melemah pada tangga turun secara cepat. Maka saya set sebuah router yang dikonfigurasi sebagai WDS pada tangga turun untukmenaikkan sinyal bagi penghuni lantai bawah.

Pada lantai dua, “router 2” bertindak sebagai klien wireless dan sebuah akses poin untuk menerima dan memancarkan kembali sinyal dari router 1, kata kuncinya menjadi memancarkan lagi. Ini merupakan tambahan biaya untuk WDS — klien-klien yang berasosiasi dengan router 2 hanya kelihatan setengah bandwith seperti berasosiasi dengan router 1. Untuk jaringan wrireless G dimana secara primer menggunakan eksternal broadband, menunjukkan sdikit pengorbanan, karena secara khusus koneksi broadband U.S. broadband harus lebih lambat dari wireless LAN, pun pada setengah kecepatan.

Anda dapat menambahkan tiga, empat dan lebih banyak router untuk memperluas jangkauan WDS bila diperlukan — tetapi masing-masingnya kembali membagi bandwidth setengahnya terhadap kliennya.

Aturan dan Kaidah WDS

Ada beberapa kaidah untuk mengimplementasikan jaringan yang berfungsi sebagai WDS. Untuk kompatibilitas yang optimal, anda harus menggunakan router yang sama seluruhnya — atau, pada kasus ini, firmware yang sama, yaitu menggunakan firmware DD-WRT v23 pada kedua router tersebut.

Kedua router harus berkomunikasi pada channel wireless yang sama. Kedua router harus dikonfigurasi pada jenis jaringan 802.11 yang sama, apakah standar B (11Mbps), mixed B/G (11/54 Mbps), atau G (54 Mbps). Jaringan standar G terpisah dari yang lain harus menggunakan channel 1, 6, atau 11.

Bila anda menggunakan sekuriti enkripsi WPA, anda harus men-set kedua router sebagai jaringan G yang terpisah dari yang lain. DD-WRT tidak mendukung enkripsi WPA2 pada WDS. Sekuriti WEP dapat digunakan pada jaringan dengan dukungan standar B.

WPA security juga memerlukan menetapkan SSID yang identik bagi kedua router tersebut Bila menggunakan sekuriti WEP atau tanpa sekuriti, anda dapat pilih untuk menetapkan SSID yang berbeda terhadap masing-masing router. Anda dapat mengendalikan lebih banyak melalui AP yang menghubungkan klien-klien anda ke masing-masingnya yang memiliki SSID berbeda — pengatur beberapa klien, termasuk konfigurasi Wireless Zero Configuration Windows XP, bukan AP yang tidak mendua yang berbagi koneksi dengan SSID yang sama dan mungkin tidak selalu menjelajahi dengan sinyal kuat.

Yang Perlu Anda Ketahui…

Sebelum menyelami lebih dalam dan mengganti setingan firmware router anda, anda perlu beberapa informasi yang akan kembali berguna belakangan nanti. Pertama, masuklah ke interface DD-WRT administration interface pada router 1, yang terkoneksi layanan broadband.

  • Alamat DNS: Klik pada menu Status/Router dan gulung layar ke bawah, Internet. Disana anda akan melihat DNS 1, 2, and 3 seperti yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider) anda. Catat alamat apapun yang tampil disini.
  • IP LAN untuk router anda yang terhubung ke Internet: klik pada Status/LAN dan catat IP Address yang tercantum menurut Local Network.
  • ID MAC wireless untuk setiap router: klik pada Status/Wireless dan catat MAC address tersebut pada bagian atas halaman tersebut. Alamat unik ini mengidentifikasikan router ini. Catat alamat router ini untuk setiap router pada WDS anda.

Back Up Setingan Anda

Sebelum mengutak-atik pengaturan router anda yang terhubung ke internet, mari back up setingan yang ada saat ini — barangkali bekerja sebagaimana mestinya, atau anda tidak ingin membaca artikel online ini.

Klik Administration/Backup dan kemudian klik tombol Backup pada bawah halaman tersebut. Kemudian browser anda akan menyimpan sebuah file.Apakah anda perlu mengembalikan setingan anda, kunjungi kembali halaman in dan berikan file backup file ke kotak dialog Restore Settings.

Menyulap Router

Cara yang paling mudah untuk terus mengikuti tutorial ini adalah konfigurasikan kedua router pada waktu yang sama. Idealnya, hubungkan komputer portabel atau komputer sekunder ke interface administration router kedua ketika mengakses router primer anda dari LAN komputer.

Idealnya, anda harus reset kedua router untuk daftar yang benar — hanya dalam kasusu sebuah setingan pada suatu tempat mungkin menggangu WDS. Anda dapat mengembalikan setingan router anda ke setingan default pabrik dengan meng-klik Administration/Factory Defaults dan kemudian klik Save Settings.

Tahap – Tahap WDS

Tahap 1: Set alamat IP LAN untuk setipa router. Klick Setup/Basic Setup dan gulung layar ke bagian Network Setup. Default alamat IP Lokal untuk router anda, setelah me-reset-nya ke default setingan pabrik adalah 192.168.1.1. (Contoh disini menggunakan 192.168.0.1, akan tetapi tidak memiliki perbedaan yang banyak: Tiga oktet pertama alamat IP harus sesuai terhadap node untuk berkomunikasi pada jaringan tersebut.)

Berikan alamat IP lokal baru untuk router anda yang kedua. Secara logika pilihlah 192.168.1.2, atau, seperti tergambar dibawah ini, yaitu 192.168.0.2.

Set alamat Gateway untuk router 2 ke alamat IP lokal ke router 1. Disini yaitu 192.168.0.1.

Tahap 2: Pada halaman konfigurasi yng sama, gulung layar ke bawah ke setingan Network Address Server Settings (DHCP). Enable-kan DHCP server pada kedua router tersebut, tapi set keduanya untuk alamt IP yang diberikan dalam rentang yang beda. Router 1 akan memberikan alamat IP mulai dari 192.168.0.100 dengan mengelompokkan 25 user. Router 2 mulai memberikan alamat IP dari 192.168.0.200 dengan mengelompokkan 25-user yang lainnya.

Anda dapat mengatur parameter ini sesuai dengan yang anda suka, sampai ketemu lagi kelompok alamat IP anda yang tidak saling melengkapi. Dengan pengaturan ini, anda dapat dengan cepat menghubungi dari klien PC siapapun yang berasosiasi denga akses poin, berdasarkan alamat IP pada saat itu. Kadang-kadang hal tersebut sangat membantu untuktroubleshooting.

Router 2 memerlukan isian DNS yang diberikan oleh ISP anda. Anda simpan in ketika membaca “You Need to Know” pada bagian di atas.

Tahap 3: Disable koneksi Internet pada Router 2 saja. Klik Setup/Basic Setup dan dibawah Internet Setup, set Connection Type menjadi “Disable.”

Tahap 4: Disable firewall pada Router 2 saja. Anda tidak perlu mengaktifkan in karena router kedua anda secara sederhana melewatkan trafik internet ke router primer anda, secara default firewall aktif. Menjalankan kedua firewall pada waktu yang sama dapat menyebabkan sistem berjalan tidak tahan lama (unreliable behavior). Klik Security/Firewall dan beri checklist Disable disamping SPI Firewall. Pastikan klik “Save Settings” pada bagian bawah halaman set up ini.

Tahap 5: Set wireless network mode, SSID dan channel untuk kedua router. Klik Wireless/Basic Settings. Set Wireless Mode anda menjadi “AP” untuk kedua router.

Pilih mode network “G-only” bila anda tidak perlu mendukung klien dengan mode B. Mengingat bila anda memilih mode mixed atau B-only network, anda tidak dapat menggunakan sekuriti WPA security dengan WDS, dan oleh karena itu harus menggunakan sekuriti lain yaitu WEP atau tidak sama sekali.

Set SSID untuk setiap router. Mengingat bila anda memilih mode G-only network dan menggunakan sekuriti WPA, maka SSID haruslah identik untuk kedua router. Kalau tidak, pilih SSID yang berbeda, seperti terlihat di sini. Hal ini memastikan saya dapat secara spesifik jelas untuk terkoneksi dengan AP yang berada pada tangga atasa atau tangga bawah.

Set channel wireless sama untuk kedua router tersebut — jangan pilih “Auto.” Bila anda pilih mode network G-only, anda harus menggunakan channel yang tidak saling mendahului (non-overlapping) channel: 1, 6 atau 11 saja. Bila ada jaringan wireless yang tidak saling berhubungan yang berdekatan, anda harus memilih sebuah channel yang tidak konflik dengan jaringan itu.

Tahap 6: Disable wireless security, meskipun bersifat sementara. Yang terbaik jalankan WDS dan tanpa sekuriti — sedikit faktor untuk troubleshoot. Klik Wireless/Wireless Security dan pilih Security Mode “Disable.”

Tahap 7: Sekarang kita dapat menetapkan gabungan WDS diantara kedua router. Klik Wireless/WDS. Halaman ini menunjukkan suatu urutan isian kosong untuk WDS yang saling berhubungan.

Pada router 1, tetapkan keterkaitan dengan router 2. Pilih “LAN” dari menu bagian bawah. Masukkan alamat MAC wireless untuk router 2, yang anda simpan sebelumnya pada bagian “Yang Perlu Anda Ketahui”. Secara bebas, masukkan sebuah label untuk gabungan WDS ini.

Pada router 2, ulangi prosedur yang sama, masukkan alamat MAC untuk router 1, dan tandai dengan label yang sesuai.

Pastikan klik “Save Settings” pada bagian paling bawah halaman tersebut.

Nyalakan Router

WDS anda telah siap digunakan. Sebagai uji pertama, posisi kedua router dekat satu sama lain maka kekuatan sinyal anda pastilah baik. Dengan menggunakan sebuah PC klien atau komputer portable, anda dapat bergabung dengan router yang lain dan mengakses Internet.

Berikutnya, posisikan router kedua kearah ujung luar dari rentang router pertama. Hal ini memerlukan beberapa percobaan, pindahkan tambah lebih jauh, untuk mendapatkan lokasi yang terbaik untk router kedua. Idealnya, posisinya cukup tertutup terhadap router pertama yang menerima sinyal kuat, namun cukup jauh yang dapat menambah jangkauan wireless anda yang lumayan luas.

Ketika anda konfirmasi bahwa WDS anda bekerja, anda dapat mengunjungi kembali sekuriti wireless yang diaktifkan. Pastikan bahwa memilih parameter protokol sekuriti yang persis sama untuk kedua router tersebut. Mengingat WDS pada firmware DD-WRT saat ini tidak mendukung enkripsi WPA2, dan hanya mendukung enkripsi WPA pada jaringan G-only.

Beberapa user melaporkan problem dengan port forwarding dari router primernya terhadap klien yang berasosiasi dengan router keduanya. Bila anda menggunakan port forwarding dan mengalami hal ini, Jika ada trouble yang sering ditimbulkan dengan cara WDS pada DD-WRT cobalah aktifkan DMZ -nya. (definisi). Klik Applications & Gaming/DMZ dan masukkan alamat IP router kedua anda, klik Enable dan “Save Settings.”

Happy repeating..!!! :-)

13 Comments »

  1. Efranov Said:

    Saya telah mempraktekkan teori diatas dan berhasil. Tapi masalahnya ketika mengaktifkan security mode WAP routernya terkoneksi tapi tidak dapat diakses.
    Router 1 SSID= Elovaninet_upstairs
    Router 2 SSID= Elovaninet_server
    Router 3 SSID= Elovaninet_downstairs
    Ada penyelesain tentang ini nggak?

  2. syafran Said:

    To Mas Efranov:
    Bila anda menerapkan enkripsi WPA maka SSID untuk masing-masing router haruslah sama. Dari kasus yang anda alami, saya lihat penamaan SSID-nya berbeda untuk masing-masing router. Lain halnya bila enkripsi yang diterapkan adalah WEP.

    Untuk aplikasi sistem WDS ini, perlu diketahui juga tidak mendukung enkripsi WPA2 :-)

    Salam

    -syafran-

  3. eri Said:

    mas, mo nanya nih..
    kebetulan di kos saya ilustrasi internetnya pas bgt dengan ilustrasi yg di atas, bangunan dengan 2 lantai. saat ini memakai 2 router wrt54g tp masih original pabrik (blm upgrade dd-wrt)
    setingan saya kira2 begini:
    - router 1 ada di lantai atas sebagai pusatnya, dan router 2 ada di lantai bawah
    - line telpon (speedy) – modem articonet (bawaan dr telkom) – router 1 – router 2
    - untuk modem sy set bridging
    - router 1 sy set ppoe, ip router sy ganti 192.168.10.1, dhcp enable, max user 20, network mode mixed, channel 11
    - router 2 sy set automatic dhcp (karena fitur disabled tdk ada), ip router sy ganti 192.168.5.1, dhcp disabled, network mode mixed, channel 7
    diawal2 setelah konfigurasi tidak ada masalah, tp akhir2 ini hampir setiap hari sering putus sendiri. asumsi sy speedy normal2 saja ga drop, apa mungkin ada setingan yg salah pd kedua router?
    sy mau coba ikut setingan di atas, tp karena firmware router blm upgrade, jd sy tdk berani.
    mohon koreksi & bantuan dari mas syafran, sebeleumnya terima kasih banyak

    regards, eri

  4. syafran Said:

    Yang putus-putus apanya mas?
    Sinyal wireless kah atau memang koneksi internet speedy nya?
    Pastikan juga kondisi stabilitas suplai listriknya, apakah sering naik-turun tegangan listriknya?

    Coba deh mas Eri pastikan dulu, sebelum kita telusuri masalah setingannya. :-)

    -syafran-

  5. eri Said:

    kalau untuk koneksi speedy sy rasa stabil mas, trus untuk suplai listrik jg stabil, tegangan tidak naik turun. jd gini mas, seperti skrg ini sy kn lagi makai, dah konek ke router, tp tiba2 putus sendiri, dan router seperti bingung. dia aquiring network adreess trus, dan ga lama limited connectivity. biasanya kalau sudah seperti ini sy harus ngrestart modem dan router, setelah itu baru normal lg. kira2 apanya ya mas? apa setingan router (versi sy sendiri) itu bikin ga stabil koneksi atau gmn?
    kasus yg paling sering belakangan ini adalah router sering aquirnig network address trus, yg ujung2nya limited connectivity. oh iya, sekalian nanya, setingan sy diatas itu sebenarnya dah bener blm mas? soalnya sy hanya di pandu ama org telkom via telpon, selebihnya sy trial & error saja, hehe…
    thanx before

  6. syafran Said:

    He..3x

    Kalo kasus Acquiring network address n kemudian akhirnya limited or no connectivity itu artinya setingan IP nya manual mas Eri, alias statis (bukan DHCP). Artinya kira-kira begini, router mencoba berasosiasi (bergabung) dengan suatu jaringan (dalam hal ini modem internetnya speedy), namun router belum punya IP yang sesuai dengan internet speedy nya sehingga ia ditolak untuk bergabung.

    Pada kasus modem inet speedy mas Eri ini, kemungkinan IP nya diset manual (statis), akibatnya modem tidak memberikan sebuah IP ke router sehingga router tidak menerima IP.

    Bila ingin berasosiasi, maka pada router harus dikonfigurasi IP, gateway, dsb sesuai dengan konfigurasi inet speedy di modem. Jika tidak, maka router tidak akan terkoneksi ke modemnya.

    Untuk mengetahui IP inet nya ini tanyakan saja ke pihak speedynya. Untuk konfigurasi lainnya mas Eri sesuaikan aj dengan manual konfigurasi speedy tsb.

    Semoga membantu :-)

    -syafran-

  7. eri Said:

    mas syafran, sy baru ngeh skrg. tutorial di atas itu untuk menghubungkan antar router dengan wireles ya? bukan kabel ya? kalo saya pakai kabel mas, jd router lantai bawah, saya paralelkan dengan router lantai atas dengan kabel lan.

    barusan sy jg sdh nanya ke speedy, bahwa ternyata benar ip sy static. sy coba urutin lg setingan sy:

    1. line telp. speedy (ip static) masuk ke modem articonet. disini sy
    tidak set apa2, hanya set bridging.

    2. dari modem masuk ke port internet router atas (karena line telp
    ada diatas, jd
    sy jadikan lantai atas sebagai pusatnya). router atas sy set sbb:
    a. koneksi sy set ppoe
    b. ip router sy ganti jd 192.168.10.1 (default 192.168.1.1)
    c. dhcp = enable
    d. starting ip address 192.168.10.100
    e. max dhcp = 20
    f. operating mode = gateway
    g. wireless network mode = mixed
    h. wireless channel = 11
    i. security = no
    j. mac adreess filter = yes
    k. lainnya tidak sy utak-atik

    3. untuk router bawah, sy paralelkan dengan menarik kabel lan
    dari salah satu port dari 4 port yg ada di router atas masuk ke
    salah satu port dari 4 port yg ada di router bawah. adapaun setnya
    sbb:
    a. koneksi sy set automatic config dhcp
    b. ip router sy ganti jd 192.168.5.1 (default 192.168.1.1)
    c. dhcp = disable
    d. operating mode = gateway
    e. wireless network mode = mixed
    f. wireless channel = 6
    g. security = no
    h. mac adreess filter = yes
    i. lainnya tidak sy utak-atik

    4. distribusi ke user memakai wifi dari laptop masing2 user

    apakah setingan sy di atas itu sudah benar? apakah sudah cukup max. untuk menjaga kestabilan dari koneksi inet itu sendiri. soalnya belakangan ini sering kejadian aquiring network adress gitu mas. mohon bantuan dan sarannya yah

    mohon maaf kalo kepanjangan, hehe..
    terima kasih sebelumnya :)

  8. syafran Said:

    Yup, benar bgt. Sesuai judul artikelnya Wireless Distribution Service :-)

    Dari setingan router1 dan router2 mas Eri, coba dikoreksi:
    1. IP router 1 dan 2, tiga oktet pertamanya haruslah sama, misal router1 IP-nya 192.168.10.1 maka router 2 IP-nya 192.168.10.xxx.

    2. Samakan wireless channel-nya, misal router 1 channel 11 maka router2 channel 11 juga.

    Coba set dulu seperti itu.

    Good Luck! 8)

  9. eri Said:

    ok mas syafran, nanti sy coba praktekkan setingan yg mas kasih. sebelum sy ganti setingan yg mas kasih, sy mencurigai sesuatu nih mas, hehe…

    gini mas, ini sy baru praduga tak bersalah juga sih. barusan laptop sy aquiring lg, padahal laptop sebelah lancar jaya. nunggu kurang lebih 15 mnt koq aquiring trus, ya wis tak matiin aja. iseng2 jalan ke tiap kamar, tenyata hampir semua anak lg makai. otomatis traffic pasti padat merayap kan? iseng lagi sy liat di modem, ternyata benar indikator data berkedip2 sangat cepat. sy curiga apa karena smua anak lg makai sehingga trafficnya padat, lalu sy ga kebagian jatah b/w? oh iya, di kosan ga ada b/w manajemen, karena ga ada kompie server

    liat kiri-kanan, ga ada yg liat, sy restart kedua router, trus langsung cabut ke kamar. nyalain laptop, nunggu bentar, coba konek, dan…
    eng ing eng, langsung konek, hehehe..

    nah, dari kasus ini, apa betul pada saat sebelum ruter sy restart, traffic b/w amat sangat padat, karena hampir semua anak online, sehingga saya tidak kebagian jatah b/w yg menyebabkan laptop sy aquiring trus menerus???

    kalo misalkan benar ky gitu, cara mengatasinya gmn mas? selain makai b/w manajemen yg mengahruskan ada komputer server (setahu sy)…

    makasih mas sebelumnya, jgn bosen yak kalo sy banyak bertanya :p

  10. syafran Said:

    He..3x
    Bisa jadi demikian.
    Ternyata trafik internet di kosan mas Eri yang padat yah?

    Pengalaman saya juga begitu mas Eri, pernah suatu ketika saya iseng-iseng main internet hotspot gratis di suatu tempat. Terus saya lihat disekeliling pelatarannya, busyeeet… bejubel umat manusia yang bawa laptop untuk main internet di hotspot gratisan tersebut. Kaya ikan sarden dalam kaleng aj mas 8)

    Dengan PD pun saya hidupkan Laptop dan duduk tepat dibawah WRT54G-nya hotspot gratisan tsb, dan mencoba berasosiasi. Hmm…. namun yang terjadi, sinyal yang terdetek ilang-ilang timbul :-( Ampun dah gua, gmn mo berasosiasi n browsing…???

    Tanya kiri tanya kanan “Konek mas?, konek kok.., Konek mbak? konek donk” Wah mulai gigit jari dah….. Sabar… ntar nunggu orang agak sepi, pasti bisa konek… Sebenarnya sih kalo saya mau langsung konek juga bisa, tapi harus dengan cara sedikit curang 8) Gpp lah, sabar aj.. Ternyata benar, ketika mulai sepi laptop saya pun dengan sigap berasosiasi dan browsing..sing….sing :-)

    Nah jadi begini mas Eri, coba dipantau dengan software monitoring wifi (misal comview, airopeek). Lihat klien yang paling rakus makan bandwidth. Trus berapa banyak maksimum klien yang berasosiasi (lihat mada site survey WRT54G)? Sesuaikah dengan Max client yang kita set sebelumnya pada WRT54G?

    Solusi paling bijak untuk kasus seperti ini memang butuh kompi server, namun nambah budget lagi deh? Mmhh, pada dd-wrt juga ada fasilitas bandwith monitor & manajemennya 8)

    -syafran-

  11. Hyuda Said:

    Berapa meter jangkauan wireless LAN pada laptop umumnya (8xx.11g)? Cara memperluas wireless LAN pada laptop gimana mas?

    • syafran Said:

      Relatif sih, tergantung gain antena dan kekuatan pancaran sinyalnya.
      kalo msh pake AP tanpa antena eksternal bisa lah 100 meteran.
      Kalo pemancarnya pake antena dengan gain lebih besar bisa itungan Km jaraknya :D

  12. syafran Said:

    WRT54G v.7 hingga saat ini belum bisa diupgrade ke dd-wrt :(


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment